Kenali Tahapan dan Dampak Child Grooming Lewat "Broken Strings"

FUNFADC

Discussion Community

1/22/20262 min read

Baru-baru ini, aktris berdarah Belgia-Indonesia, Aurelie Moeramans menerbitkan buku berjudul "Broken Strings". Lewat bukunya, Aurelie membagikan kisah hidupnya, termasuk pengalaman traumatis yang mengalami child grooming pada umur 15 tahun oleh seseorang yang usianya jauh lebih dewasa.

"Broken Strings" hadir sebagai pengingat bahwachild grooming adalah bentuk manipulasi yang berbahaya dan dapat berdampak buruk, sehingga perlu dikenali dan dicegah sejak dini.

Arti Child Grooming

Psikolog klinis anak remaja, Belinda Agustya Menjelaskan terkait Arti Child grooming, "child grooming adalah proses manipulasi yang dilakukan dengan sengaja oleh orang dewasa kepada anak di bawah umur dengan tujuan mendapatkan kepercayaan sehingga anak akan rentan terhadap eksploitasi"

Tahapan Child Grooming

Menurut Olson (2003), child grooming terjadi lewat beberapa tahapan, yakni:

1.Bangun Kepercayaan dengan Target

Groomer memberikan pujian, empati, perhatian berlebihan sehingga anak merasa spesial dan dimengerti.

2.Normalisasi dan Seksualisasi

Percakapan antara groomer dan anak mulai mengarah ke fisik dan menormalisasi topik seksual.

3.Isolasi

Groomer mengisolasi anak bahkan dari keluarganya dan membuat anak merasa hanya ialah yang bisa diandalkan dan dipercaya.

4.Pendekatan Fisik

Tahapan ini biasanya dimulai dari sentuhan fisik sederhana seperti pegangan tangan

5.Eksploitasi

Child grooming tidak selalu berakhir di tahap ini, tapi seringkali anak tidak sadar tengah menjadi korban Grooming sampai tahap lanjut.

Dampak Child Grooming

Ketika manipulasi dibungkus sebagai cinta, dampaknya tidak berhenti saat hubungan tersebut berakhir. Berikut beberapa dampak child grooming (Bennerr & O'donohue)

1.Rasa Bersalah Berkepanjangan

Korban grooming sering menyalahkan diri sendiri dan mempertanyakan "kenapa aku nurut?"

2.Malu dan Memilih Diam

Anak korban Grooming sering merasa malu atas apa yang dialaminya. Dalam beberapa kasus, ketika anak berani cerita kadang respons yang diberikan orang terdekatnya cenderung negatif sehingga ia memilih dia

3.Trauma Psikologis Jangka Panjang

Banyak trauma psikologis yang akan muncul seperti anxiety dan PTSD yang bisa memengaruhi kualitas hidup anak.

4.Distorsi Makna Cinta

Anak korban Grooming akan bingung membedakan antara hubungan yang sehat dan hubungan yang toxic karena pernah mengalami grooming.

5.Kesulitan Membentuk Hubungan Sehat di Masa Depan

Lebih jauh, anak korban Grooming bisa kesulitan membentuk hubungan sehat karena takut dekat dengan orang dan sulit percaya.

Dari Broken Strings, kita belajar bahwa tidak semua bentuk perhatian bisa dianggap wujud kasih sayang. Banyak tanda-tanda child grooming yang dialah artian sebagai kasih sayang sehingga membawa dampak yang merugikan.

Terima kasih kepada Aurelie Moeramans atas keberanian dan kekuatannya untuk membagi kisah ini. Semoga kisah ini memberi manfaat, kesadaran, dan perlindungan bagi masyarakat luas.

Referensi

Cano, A. E., Fernandez, M., & Alani, H. (2014). Detecting child grooming behaviour patterns on social media. In International conference on social informatics (pp. 412-427). Springer International Publishing.

McElvaney, R. (2019). Grooming: A case study. Journal of Child Sexual Abuse, 28(5), 608-627. Psychology Today. (2022). What child sexual grooming actually means. https://www.psychologytoday.com/us/blog/pr otecting-children-sexual-abuse/202212/what-child-sexual-grooming-actually-means

YouTube. (2025). Anak Bisa Jadi Korban! Waspadai Tahapan Child Grooming Sejak Awal. https://www.youtube.com/watch? v=vAznPhJkYKY