Kenapa Manusia Takut Mati?
EDCATION
Discussion Community
11/23/20251 min read


Kenapa Manusia Takut Mati Padahal Kita Jarang Memikirkannya?
Pernah gak sih kamu tiba-tiba mikir "Gimana kalo besok siang aku meninggal?" Terus langsung dialihin karena rasanya gak nyaman? Ternyata reaksi itu wajar banget, loh! Manusia punya naluri buat bertahan hidup, tapi juga sadar kalau suatu saat bakal mati. Nah konflik inilah yang jadi dasar TMT (Terror Management Theory)
Tiga Founder TMT
TMT dikembangkan oleh tiga psikolog sosial: Sheldon Solomon, Jeff Greenberg, dan Tom Pyszczynski. Mereka mulai bekerja sama sejak 1980-an dan terinspirasi kuat oleh karya Ernest Becker, terutama bukunya "The Denial of Death" yang ngebahas tentang gimana manusia nyari cara buat ngadepin kenyataan bahwa hidup itu pasti berakhir.
Prinsip Dasar TMT
Ada dua sumber "teror" utama dalam diri manusia:
- Naluri buat tetap hidup
- Kesadaran bahwa hidup punya batas waktu
Dua hal ini bikin otak otomatis ntari cara biar kita tetap ngerasa aman, meskipun sebenarnya kita tahu bahwa kematian itu pasti.
This is How TMT Works!
Terror Management Theory menjelaskan gimana manusia "mengatur" atau "mengelola" rasa takut akan kematian lewat dua hal utama:
- Cultural Worldview = Keyakinan budaya / agama yang bikin hidup terasa bermakna.
- Self-esteem = Perasaan bahwa diri kita berharga & berjalan sesuai nilai.
Kedua sistem ini ngebantu kita ngerasa aman secara psikologis meski sadar bahwa hidup punya batas.
Cara Menghadapi Rasa Takut Mati
Manusia punya 2 jenis defense, yaitu:
- Proximal Defenses = Langsung & sadar. Contoh: menyangkal, mengalihkan, "wah, kematian masih lama kok..."
- Distal Defenses = Tidak sadar & simbolis. Contoh: memperkuat agama, nilai budaya, identitas kelompok.
Kesimpulan
Kesadaran akan kematian itu pasti! Tapi cara kita memaknai hidup adalah pilihan. TMT bantu kita ngerti kenapa manusia butuh makna, nilai, dan hubungan sosial.