Kok Banyak yang Gak Sepemikiran Sama Aku ya?

FUNFADC

Discussion Community

1/16/20261 min read

Pernah ngerasa gini? Kamu mikir, "Lah, emang masih ada orang yang gak setuju sama ini?" Pas nemu orang dengan pandangan berbeda, muncul rasa kaget atau bingung. Kalau pernah ngerasain ini, tenang... Kamu gak sendirian kok.

Dalam psikologi sosial, menurut American Psychological Association (APA), fenomena ini disebut False Consensus Effect. Yaitu kecenderungan seseorang untuk menganggap pendapat, keyakinan, atau perilakunya lebih banyak dianut orang lain daripada kenyataannya.

Kok Otak Kita Bisa Ketipu Kayak Gitu?

Psikolog sosial, Ross, Greene, & House (1977) Menjelaskan bahwa kita cenderung menjadikan sudut pandang pribadi sebagai standar "normal", apalagi kalau kita sering berada di lingkungan dengan pemikiran serupa.

Contohnya, di media sosial, kita lebih sering lihat konten dan opini yang sejalan sama kita. Akhirnya, muncul kesan: 'Oh, berarti semua orang mikir begini.' Padahal, belum tentu ya, DC Buddies!

Kalau Dibiarin Efeknya Apa Sih?

False consensus effect bisa bikin kita susah menerima perbedaan, gampang nge-judge, kaget sama sudut pandang lain. Padahal, beda pendapat itu hal yang wajar banget loh!

Jadi, Ini Salah atau Manusiawi?

Jawabannya, Manusiawi baget! Tapi, sadar akan bias ini bikin kita lebih terbuka dan lebih empatik. Nah, DC Buddies, pernah gak ngerasa pendapat kamu ternyata bukan mayoritas?

Referensi

American Psychological Association. (2018, April 19). False-consensus effect. APA Dictionary of Psychology. https://dictionary.apa.org/false-consensus-effect

Nickerson, C. (2023, September 29). False consensus effect: Definition and examples. Simply Psychology. https://www.simplypsychology.org/false-consensus-effect.html

Ross, L., Greene, D., & House, P. (1977). The "false consensus effect": An egocentric bias in social perception and attribution processes. Journal of Experimental Social Psychology, 13(3), 279-301. https://doi.org/10.1016/0022-1031(77)90049-X